PT CDN Taja Akulturasi Budaya antar Honda Community

Pekanbaru – Malam in, Senin (18/11/2013) PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Riau menggelar Malam Akulturasi Pertukaran Kebudayaan antar Community yang berpusat di Gedung Capella Arengka 88, Pekanbaru. Dalam kegiatan tersebut, belasan klub yang tergabung dalam Honda Riders bergabung untuk menunjukkan kemapanan budaya masing-masing.

Tim Honda Roadventure.| Dok. Pekanbaru.Co/Sukma

Tim Honda Roadventure.| Dok. Pekanbaru.Co/Sukma

Regional Head PT Capella Dinamik Nusantara, Johan dalam sambutannya mengapresiasi pertemuan yang disebut ‘terbesar’ antar komunitas Honda. Pasalnya, tak hanya dari Bumi Lancang Kuning, ajang ini juga diikuti oleh Honda Roadventure yang sedang menjalani touring dari Sangihe di Sulawesi Utara, Sape hingga Sabang di Nanggroe Aceh Darussalam.

“Ini pasti berlangsung menyenangkan. Sampai sekarang, momentum inilah yang bisa disebut ajang pertemuan antar komunitas yang terbesar. Mudah-mudahan pertemuan malam ini bisa mempererat persaudaraan antar komunitas dan meningkatkan pengetahuan akan budaya yang diusung banyak komunitas,” ujar Johan.

“Mudah-mudahan kunjungan ke Pekanbaru ini membawa kesan yang baik,” lanjut dia.

Johan yang secara khusus menyambut tim Honda Roadventure mencoba memaparkan berbagai budaya dan makanan khas Riau. Budaya berpantun, makanan khas hingga arsitektur Melayu yang menghiasi Provinsi Riau menjadi bahasan pembuka event tersebut.

“Mudah-mudahan budaya (Roadventure, red) bisa berkelanjutan. Kita mengharapkan tim dari Riau juga bisa melakukan hal yang sama, dalam rangka meningkatkan kebersamaan,” lanjut dia.

Honda Makin Mapan

Honda terus menjadi pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia. Menjelang pergantian tahun, Astra Honda Motor (AHM) telah berhasil membukukan dominasi produk Honda hingga 70 persen.

“Memang Honda terus dapat mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar. Saat ini market share sudah 70%. Ini capaian yang cukup bagus dan akan terus ditingkatkan,” kata Johan.

Kendati demikian, imbuhnya, para Honda Riders jangan memandang merek sebagai batasan, terutama dalam menyuarakan safety riding. Ini adalah tanggungjawab bersama. ***(DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments