Grand Tjokro Jadi ‘Penyemarak’ Perhotelan Pekanbaru

Pekanbaru – Bisnis perhotelan di Kota Pekanbaru makin ramai, setelah satu brand Kagum Hotel menginjakkan kaki di daerah ini. Kamis (15/11/2013) kemarin, hotel dengan label Grand Tjokro melakukan Grand Opening yang sekaligus menandai ekspansi besar-besaran grup hotel asal Negeri Kembang, bandung itu ke berbagai daerah di Indonesia.

HR Mambang Mit menandatangani prasasti peresmian Grand Tjokro Hotel di Pekanbaru, Kamis (14/11/2013).| Dok. Pekanbaru.Co/Sukma

HR Mambang Mit menandatangani prasasti peresmian Grand Tjokro Hotel di Pekanbaru, Kamis (14/11/2013).| Dok. Pekanbaru.Co/Sukma

“Kami melihat potensi di sejumlah kota besar, terutama Pekanbaru. Dengan konsep khusus yang berbeda, kami yakin bisa menjadi ‘penyemarak’ perhotelan di Pekanbaru,” ujar Direktur Operasional Kagum Hotel, Asep Sumardi saat berbincang dengan Pekanbaru.Co, Kamis siang.

Hotel Grand Tjokro merupakan fasilitas akomodasi bintang tiga yang mengusung konsep tradisional Jawa. Namun dalam penerapannya, lanut Asep, pelayanan yang diberikan akan sesuai dengan selera masyarakat umum.

“Sesuai namanya, ‘Tjokro’ memang identik dengan nuansa Jawa. Pasar komunitas masyarakat Jawa yang pertama dibidik, namun bukan berarti mengabaikan yang lainnya. Pelayanan akan kami maksimalkan untuk memberikan kenyamanan menyeluruh, termasuk bagi masyarakat Riau yang berbudaya Melayu, dan konsumen lainnya,” lanjut Asep.

Hotel Grand Tjokro merupakan salah satu hotel milik Hidayat Tjokro, seorang pengusaha properti Indonesia. Dengan dukungan penuh manajemen Kagum Hotel, dipastikan kehadiran Grand Tjokro di Bumi Lancang Kuning akan memberikan warna baru terhadap bisnis perhotelan di daerah berbudaya Melayu ini.

PLT Gubernur Riau HR Mambang Mit yang hadir dalam perayaan Grand Opening ini sempat berpesan agar manajemen Grand Tjokro bisa menguatkan perannya dalam memperkokoh perekonomian daerah. Sebagaimana disebutkan, di Riau telah terdapat Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai di bidang kepariwisataan dengan berdirinya sekolah-sekolah kejuruan pariwisata dan akademi pariwisata.

“Nanti kita berpesan agar tenaga lokal lebih diutamakan. Riau punya SDM yang cukup untuk ini,” pesan Mambang Mit.

Tak hanya itu, pesan Mambang Mit juga diiringi dengan dorongan agar manajemen Grand Tjokro menyertakan arsitektur Melayu dalam struktur bangunannya. “Kami menyadari Grand Tjokro ini mengusung konsep Jawa. Tapi karena di sini budayanya Melayu, seperti kata pepatah Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung, kami berharap sedikit-banyaknya arsitektur Melayu juga bisa diterapkan,” imbuhnya. ***(DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments