Aduh! Pertumbuhan Perdagangan, Hotel dan Restoran Riau Melempem

Pekanbaru – Provinsi Riau mencetak pertumbuhan ekonomi yang cukup prospektif di penghujung 2013. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, pertumbuhan tanpa migas triwulan III 2013 mencapai 3,53 persen jika dibadingkan dengan triwulan II (q-to-q). Hanya saja, angka itu tidak diiringi pemerataan di semua lini ekonomi. Sektor perdagangan, hotel dan restoran malah melempem dan hanya menghasilkan peningkatan 0,41 persen.

Pertumbuhan ekonomi Riau.| Dok. Indonesiatimur.co“Hampir semua sektor mengalami pertumbuhan, tertinggi pada sektor industri pengolahan sebesar 7,87 persen dan terendah sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 0,41. Sumber pertumbuhan terbesar juga dihasilkan dari sektor industri pengolahan yang berkontribusi 1,34 persen,” terang Kepala BPS Riau Mawardi Arsyad saat berbincang dengan wartawan, Rabu (6/11/2013).

Sedangkan jika dihitung berdasarkan pertumbuhan regional terasuk migas (y-to-y) angkanya lebih menciut lagi. BPS menyatakan kedua sektor tersebut (perdagangan, hotel dan restoran) bahkan berkisar -0,41. “Gejolaknya kemungkinan disebabkan beberapa faktor,” lanjut dia.

Secara umum, ekonomi Riau tanpa migas pada triwulan III tahun 2013 mengalami pertumbuhan sebesar 3,53 persen jika dibandingkan triwulan sebelumnya.  Data yang sama juga menunjukkan angka pertumbuhan 4,00 persen berbanding periode yang sama pada 2012.

Sementara itu, ekonomi Riau dengan menyertakan sektor migas yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 mengalami pertumbuhan 2,67 persen jika dibandingkan triwulan II 2013 (q-to-q). Sedangkan dalam hitungan tahunan, Riau mengalami pertumbuhan 2,35 persen (y-to-y).

“Perekonomian Riau diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan III tahun 2013 mencapai Rp 133.441,33 milyar. PDRB atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp 27.693,78 milyar. Apabila dalam perhitungannya tidak termasuk migas, nilai  PDRB harga berlaku dan PDRB harga konstan 2000 masing-masing sebesar Rp 87.280,99 milyar dan Rp 15.240,21 milyar,” ujar Mawardi. ***(DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments