Mengapa Botol Yakult Berukuran Kecil?

Pernah minum Yakult? Minuman pro biotik ini dikemas dalam botol yang imut. Dari dahulu hingga sekarang, kemasan minuman ini tidak pernah berubah ukuran.

Bukan tidak ada permintaan yang meminta yakult dijual dalam kemasan literan, mengingat manfaatnya yang sangat banyak. Namun permintaan ini tidak pernah dikabulkan oleh pihak perusahaan.

Mungkin terbersit pertanyaan, mengapa? Bukankah perusahaan akan memperoleh keuntungan lebih jika dijual dalam kemasan yang bervariasi?

Kemasan botol yakult yang mini ini tidak hanya berlaku di Indonesia, namun juga di beberapa negara. Ternyata alasan mengapa kemasan botol yakult kecil bukan karena alasan hemat, namun lebih kepada alasan kesehatan.

Perusahaan sangat memperhatikan kebutuhan konsumen, karena itulah tidak dikemas dalam kemasan yang besar. Jika menggunakan kemasan besar, dikhawatirkan akan terkena kontaminasi.

Green Yakult Low Sugar

Green Yakult, Low Sugar

Perusahaan Yakult di Malaysia dan Singapura mengatakan konsumen cenderung membiarkan botol terbuka ketika mereka belum selesai meminum. Hal ini tentu saja akan meningkatkan resiko kontaminasi bakteri dan juga infeksi.

Yakult kita ketahui mengandung bakteri Lactobacillus casei Shirota strain yang merupakan bakteri bermanfaat bagi pencernaan.

Dengan adanya kemasan yang praktis kemungkinan terjadi kontaminasi sangat kecil, karena minuman pro biotik ini akan habis sekali minum.

Berbeda jika kemasannya besar, yang memungkinkan akan dikonsumsi berulang-ulang dan tentunya melalui proses penyimpanan sementara minuman ini sudah dibuka.

Nah, bukankah kemasan kecil yakult sangat praktis sehingga mudah dibawa kemana-kemana? Tentunya sudah tidak penasaran lagi mengapa kemasan yakult masih tetap kecil dari dahulu hingga sekarang? Tentunya ini juga merupakan langkah perusahaan menjaga kesehatan konsumen.***

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments