Heins Menyerah, BlackBerry Terjun Bebas

Pekanbaru – Nasib vendor ponsel pintar BlackBerry makin jauh ke ujung tanduk. Kepala eksekutif perusahaan, Thorsten Heins dipastikan meninggalkan jabatannya dan menyerah setelah gagal menyelamatkan perusahaan ini pada penghujung Agustus lalu. Tak lama kemudian, kerugian tak kentara dan anjloknya nilai saham BlackBerry di bursa Nasdaq yang dibuka di New York menjadi bencana besar dan menakutkan.

BlackBerry Office di Kanada

Terakhir, saham BlackBerry merosot hingga ke level US$ 6.40 yang merupakan rekor terburuk selama satu dekade terakhir. The Telegraph menulis, BlackBerry akhirnya sedikit bangkit tapi masih belum berhasil keluar dari zona merah dan turun lebih dari US$ 1.1 atau sekitar 14 persen menjadi US$ 6.68 pada perdagangan siang kemarin.

Sebenarnya apa yang tengah diupayakan BlackBerry untuk menyelamatkan sisa-sisa kejayaannya?

Posisi yang ditinggalkan Heins kini diisi oleh John Chen yang merupakan mantan kepala perusahaan perangkat lunak Sybase. Masukknya Chen merupakan pertanda bahwa BlackBerry sedang berupaya memutar stir bisnis, atau bisa dikatakan menyerah dengan bisnis produksi perangkat.

BlackBerry saat ini memang memperlihatkan gerak-gerik untuk berubah menjadi produsen perangkat lunak. Hal tersebut dinilai aman bagi perusahaan yang dulu bernama Research in Motion (RIM) ini di masa yang akan datang.

“Saya tahu kami memiliki ramuan yang cukup untuk membangun bisnis yang berkelanjutan pada periode jangka panjang. Saya telah melakukan ini sebelumnya dan telah melihat hal yang sama,” papar Chen, seperti dikutip dari The Telegraph.

Kehadiran Chen membuat Dewan BlackBerry mulai merasa mendapatkan harapan baru. Ketua dewan, Barbara Stymiest langsung menyebut telah ada rencana investasi baru yang mewakili kepercayaan BlackBerry. Mereka berupaya meyakinkan investor baru yang mereka namai ‘kelompok unggulan’.

Sepeninggalan Heins, perusahaan menorehkan kerugian hingga US$ 965 juta serta harus menelan kenyataan pahit. Lebih dari 4.500 karyawan dirumahkan di seluruh dunia. ***(int/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments