Bahaya Bau Busuk dari Pabrik Karet

Pekanbaru, Riau — Pernah mencium bau busuk yang ditimbulkan dari pabrik karet? Jika kita berada jauh dari pabrik karet mungkin bau busuk ini akan jarang kita dapatkan.

Namun berbeda halnya dengan yang kebetulan berada di sekitar pabrik karet. Klasik, permasalahan ini dari tahun ke tahun belum juga terselesaikan di Pekanbaru.

Bau busuk yang dihasilkan dari pabrik karet masih saja menjadi makanan sehari-hari masyarakat yang bermukim di sekitar pabrik karet. Ya, keberadaan pabrik karet yang berada di tengah kota ini bukan baru satu dua tahun beroperasi.

Sudah puluhan tahun dan selama itu masyarakat hampir setiap hari disuguhkan aroma yang kurang sedap. Siapa sangka, aroma kurang sedap ini tidak hanya mengganggu penciuman namun juga memiliki dampak terhadap kesehatan.

Aroma menyengat hidung yang ditimbulkan dari pabrik karet, berasal dari lepasan senyawa-senyawa seperti sulfid, amonia, karbon monoksida, karbon dioksida dan juga senyawa organik lainnya yang mudah menguap.

Bahaya Pabrik Karet

Karet

Bahaya terhadap kesehatan jelas saja ada. Amonia (NH3) misalnya, kontak dengan gas amonia dengan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru bahkan dapat menimbulkan kematian.

Senyawa selanjutnya yang ditimbulkan dari aroma tidak sedap karet yaitu asam sulfad (H2SO4). Bila senyawa ini kontak langsung dengan kulit maka dapat menyebabkan luka bakar. Karbon monoksida (CO) juga dikenal beracun walau tidak mengiritasi.

Tidak hanya aroma yang mengganggu penciuman namun keberadaan pabrik karet di tengah kota tepatnya di tengah pemukiman penduduk juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

Semoga ada tindak lanjut untuk mengatasi permasalan yang belakangan kembali mencuat, sehingga masyarakat Pekanbaru tidak lagi terganggu dengan aroma parfum alam yang kerap kali muncul saat udara kering ini.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments