Stop, Jangan Beri Air Putih pada Bayi

Ada banyak kebiasaan yang salah dilakukan para ibu terhadap anak yang berusia 0 sampai 6 bulan. Salah satunya adalah memberikan bayi air putih.

Banyak alasan orang tua memberikan air putih, diantaranya untuk melatih anak agar terbiasa dengan air putih, membersihkan mulut bayi dari sisa susu dan sebagainya.

Namun tahukah Anda bahwa ini adalah cara yang salah dan bahkan bisa mengancam keselamatan buah hati Anda. Mengapa pemberian air putih pada bayi dilarang? Berikut ini beberapa alasannya:

1. Infeksi bakteri
Pemberian air putih pada bayi 0–6 bulan berisiko membuat bayi terinfeksi bakteri jika air yang dipakai tercemar. Beberapa gejala yang bisa timbul pada kasus ini seperti bayi buang air besar sebanyak puluhan atau belasan kali dalam sehari, feses bayi berdarah dan sebagainya.

2. Ginjal menjadi rusak
Fungsi ginjal sebagai pengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh belumlah sempurna pada bayi usia 0-6 bulan. Memang pada usia kehamilan 35 minggu, ginjal bayi sudah terbentuk, tapi belum berfungsi dengan baik. Begitu pun setelah bayi lahir.

Jangan Beri Air Putih pada Bayi

Walau bentuk ginjal sudah sempurna. Hal ini bertahan hingga usia bayi 6 bulan. saat ginjal belum sempurna kerjanya namun sudah diberi air putih, tubuh bayi akan kelebihan air atau “keracunan” air. Karena air yang masuk tidak bisa diseimbangkan dengan yang dikeluarkan.

3. Otak bayi terganggu
Ginjal bayi 0-6 bulan belum berfungsi dengan baik, sehingga jika ia diberi air putih maka air seni akan membawa serta elektrolit dalam darah, misalnya natrium, yang sebenarnya berguna bagi tubuh. Jika kekurangan zat itu, bayi berisiko mengalami kejang.

Semakin banyak elektrolit yang “terbuang”, semakin banyak risiko negatif yang dapat dialami. Alhasil, kalau bayi mengeluarkan banyak elektrolit dari semua organ tubuhnya, baik jantung, ginjal atau paru, temasuk otak, maka aktivitas otak dapat terganggu.

Bagi Anda yang mengetahui informasi ini segera hentikan pemberian air putih pada bayi Anda mengingat resikonya cukup berbahaya.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments