Rp 1,6 Juta, UMK Siak Dinilai tak Layak

Siak – Tingginya biaya hidup di Kabupaten Siak, Provinsi Riau lagi-lagi membuat buruh di daerah itu mengeluh. Mereka menyatakan standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang berkisar Rp 1,6 juta tak sanggup menutupi biaya hidup. Akhirnya, para buruh pun mengadu ke DPRD Kabupaten Siak.

UangSekretaris Komis II DPRD Siak Juprizal seperti dikutip dari Antara menyatakan, penyesuaian UMK sudah mesti dipikirkan lagi mengingat pengeluaran para pekerja dan himpitan ekonomi yang cukup tinggi. “Kami banyak menerima masukan dari buruh bahwa UMK itu dinaikkan sebesar 50 persen menjadi Rp 2,5 juta per bulan,” ujarnya.

Dia memaparkan, di Siak seorang buruh lajang membutuhkan biaya pemondokan atau tempat tinggal sebesar Rp 500 ribu per bulan. Jumlah ini harus ditambah dengan biaya makan, transportasi (cicilan kendaraan, dll), dan juga mahalnya harga bahan bakar. Setelah mereka juga harus membayar listrik, air bersih, dan aneka kebutuhan lain maka dipastikan UMK Rp 1,6 juta tersebut tak akan cukup.

Jika untuk memenuhi kebutuhan seorang buruh yang berstatus lajang saja tidak memadai, kata Juprizal, maka akan lebih buruk lagi kondisinya bagi buruh yang telah berkeluarga.

Kebutuhan hidup di Kabupaten Siak memang terbilang tinggi. Meski berada di sebelah Kota Pekanbaru yang merupakan Ibukota Provinsi Riau, namun di daerah ini sejumlah harga kebutuhan pokok lebih mahal yang dipicu masalah distribusi, jarak hingga kerapatan jumlah penduduk.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu terakhir kelompok buruh memang sering mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Siak. Mereka berdiskusi dengan para legislator, terutama guna membahas penyesuaian UMK yang dinilai sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup. ***(ant/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments