Minta Beasiswa, Masyarakat Terpencil Lapor DPRD Riau

Pekanbaru – Komunitas Adat Terpencil (KAT) Provinsi Riau meminta perhatian lebih di sektor pendidikan dari pemerintah. Mereka ingin anak-anak dari suku-suku terpencil yang kini menempuh pendidikan di Bumi Lancang Kuning mendapatkan dukungan beasiswa. Karenanya, mereka mengadu ke DPRD Riau.

Pelajar SDPerwakilan KAT Provinsi Riau, Hendi Congman seperti dikutip dari Antara menyatakan, pemerintah yang saat ini mengalirkan bantuan pendidikan bagi masyarakat seharusnya lebih memperhatikan mereka yang berada di pedalaman. Dia menilai pemberian beasiswa hingga saat ini masih berdasarkan prestasi akademik.

“Anak kami di Pelalawan sekolahnya susah dan kalau ada beasiswa jangan kepada anak-anak berprestasi saja, tapi juga pada anak kami yang tidak mampu ini,” ujar Hendi menyampaikan aspirasi masyarakat Suku Petalangan, sebuah suku asli dari Kabupaten Pelalawan.

Tak hanya itu, Suku Sakai dari Kabupaten Siak juga menuntut hal serupa. Hal ini menyusul kesulitan salah satu orangtua membiayai pendidikan anaknya di salah satu perguruan tinggi bidang kesehatan di Riau. Pasalnya, kebutuhan biaya tiap semester mencapai Rp 20 juta.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi D DPRD Pekanbaru Bagus Santoso mengungkapkan, pemberian beasiswa terhadap masyarakat kurang mampu patut menjadi perhatian pemerintah. Apalagi dengan landasan prestasi semata, dia menilai target-target pendidikan akan sulit dicapai. Pihaknya pun akan menyampaikan masalah ini ke Biro Kesra dan Keuangan Pemerintah Provinsi Riau.

Sebenarnya, pembiayaan pendidikan untuk masyarakat terpencil bisa diterapkan melalui sejumlah program yang ada saat ini. Hanya saja pelaksanaannya kerap menghadapi kendala administrasi, seperti tidak adanya akte kelahiran anak dan juga surat nikah orangtua. Pihaknya akan mengupayakan sebuah solusi, seperti pelaksanaan nikah masal yang dirancanakan di Kota Dumai, akhir tahun ini. ***(ant/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments