Nasib Blok Siak Kini di Tangan Menteri

Jakarta – PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) masih sangat berharap sumber daya migas di Blok Siak tetap berada dalam lingkupan pengelolaannya. Namun, dengan berakhirnya kontrak pengelolaan pada 27 November mendatang, nasib Blok Siak lebih ditentukan oleh Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).

Tambang Minyak (Ilustrasi)

Tambang Minyak (Ilustrasi).| Dok. GettyImages

Ajuan perpanjangan kontrak yang kini diperjuangan PT CPI harus berhadapan dengan perusahaan pengelola migas lainnya, termasuk BUMD Riau seperti PT Bumi Siak Pusako (BSP). Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro menyebutkan, perusahaan yang dulu dinamai PT California Texas Indonesia (Caltex) tersebut tetap memiliki kesempatan melanjutkan pengelolaan setelah badan terkait melakukan evaluasi terkait sisi hukum, teknis dan keekonomian serta penyesuaian dengan infrastruktur yang ada.

“Hasil evaluasi ini secepatnya akan dilaporkan kepada Menteri ESDM Jero Wacik untuk kemudian diambil keputusan,” ujar Edy, Minggu (20/10/2010) seperti dikutip dari Okezone.com.

Hasil evaluasi ini, lanjut Edy akan menjadi pertimbangan utama mengenai siapa yang akan diputuskan sebagai pengelola blok minyak tersebut. Sedangkan rekomendasi dari SKK Migas juga tak dapat diabaikan.

Jika melihat ke belakang, PT Caltex yang kini disebut PT Chevron mendapatkan kontrak pengelolaan Blok Siak pada September 1963 silam. Dalam perjalanannya, perusahaan tersebut sukses memproduksi 1.600 hingga 2.000 barel per hari. ***(okz/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments