Sosialisasi tak Efektif, Satpol PP Pantau Pelajar Pekanbaru Nonstop

Pekanbaru – Belakangan santer terdengar kabar sejumlah pelajar Pekanbaru digerebek Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat berada di tempat karaoke dan arena billiard. Kini satuan penegak Perda itu harus bekerja ekstra memantau para remaja selama 24 jam nonstop setelah sosialisasi di sekolah-sekolah tak menghentikan prilaku tak terpuji insan terdidik tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Baharuddin saat berbincang dengan wartawan menyatakan, pihaknya harus mengambil langkah ini agar cita-cita mewujudkan visi dan misi menjadikan Kota Pekanbaru sebagai kota metropolitan yang madani tetap bisa tercapai.

“Sekitar 24 sekolah sudah kita datangi untuk melakukan sosialisasi. Program ini sudah berjalan sejak bulan Mei,” terang dia.

Namun apa mau dikata. Para pelajar tak mengindahkan himbauan tersebut. Masih saja didapati pelajar yang nongkrong di tempat hiburan, warnet hingga arena billiard dalam jam sekolah. Akhirnya, petugas menjaring mereka untuk kembali diberikan pengarahan.

“Mereka yang terjaring kita datangkan kepala sekolahnya, orangtua bahkan juga kita libatkan Dinas Pendidikan. Kita berharap semua pihak yang ada mampu memberikan nasehat dan arahan agar pelajar tidak mengulangi perbuatan itu,” terang Baharuddin.

Tak ada kata berhenti untuk pemantauan ini, hingga masalah moral remaja dan pelajar yang teramat memiriskan tersebut bisa diselesaikan. Satpol PP Pekanbaru akan bekerja keras menghentikan kebiasaan pelajar berada di tempat yang tak semestinya, apalagi dalam jam sekolah dan malam hari.

Dalam program ini, pelajar yang kedapatan berada di luar sekolah dalam jam pelajaran (sejak pukul 07.20 WIB hingga waktu sekolah normal berakhir) tanpa alasan yang jelas akan dijaring, termasuk mereka yang masih berada di lokasi hiburan maupun tempat-tempat yang tidak semestinya lewat dari pukul 21.00 WIB. Indikasi kebiasaan nongkrong dan pacaran remaja di malam hari pada lokasi tertentu juga akan ditelusuri dan diselesaikan.

“Stadion Utama Riau dan Stadion Rumbai, serta tempat-tempat lain yang digunakan remaja pacaran di malam hari akan kita lihat,” lanjut dia.

Baharuddin juga menegaskan agar tak ada warnet yang melayani pelajar dalam waktu-waktu yang telah ditentukan, terutama pada saat jam belajar di sekolah. Jika kedapatan, izin usaha warnet bersangkutan bisa dicabut.***(yy)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments