Migas Melemah, Ekonomi Riau Uring-uringan

Pekanbaru – Menurunnya hasil produksi sektor migas (minyak bumi dan gas) di Provinsi Riau membuat pertumbuhan ekonomi daerah ini tertekan. Diperkirakan angka pertumbuhan ekonomi Bumi Lancang Kuning pada triwulan III 2013 tak begitu menggairahkan, setelah lifting minyak bumi menyusut hingga 317,85 ribu barel per hari.

BP Migas. | Tempo.co PhotoDeputi Pemimpin Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau Irwan Zubir menjelaskan, hingga triwulan III spekulasi angka lifting minyak bumi hanya berkisar 97,48 juta barel. Jumlah ini memenuhi 84,06 persen dari target produksi komoditas utama di Riau tersebut.

“Padahal, prognosa produksi minyak bumi di Riau di tahun 2013 ini mencapai angka 115,96 juta barel per tahunnya,” sebut Irwan Zubir seperti dikutip dari riauterkini.com, kemarin.

Sektor migas memang telah menjadi andalan ekonomi dari daerah yang berada di tengah-tengah Pulau Sumatera ini. Sejumlah kawasan Provinsi Riau dikenal memendam ;emas hitam’ dalam jumlah banyak. Bahkan sektor migas telah membuat pertumbuhan ekonomi daerah itu terus menanjak dari waktu ke waktu.

Kendati masalah produksi migas mengancam, namun kiranya Riau tetap bisa berpegang pada sektor non-migas. Selain penghasil minyak bumi, Riau yang juga dikenal sebagai pusat perkebunan sawit bisa mendulang untung dari naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) dunia. Faktanya, harga CPO menunjukkan geliat menjanjikan sejak triwulan II 2013 lalu.

Selain di sektor hulu, Riau pun tetap mampu memanfaatkan sektor hilir sebagai lahan pemasukan. Daerah ini pun telah berkembang menjadi kawasan perdagangan strategis karena ditunjang lokasi geografis yang menguntungkan. ***(rtc/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments