Honda Safety Riding Hadir di SMA Kalam Kudus & SMP As-Shofa

Pekanbaru- Honda melalui PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) kembali menggulirkan program “Safety Riding Education for Student”. Kali ini dua sekolah yang beruntung SMA Kalam Kudus dan SMP As-Shofa Pekanbaru mendapat pembekalan pentingnya keselamatan berkendara.

Instruktur Safety Riding wilayah Riau Jon Roni mengatakan, “Safety Riding Education for Student” sudah menjadi agenda wajib Honda dalam mensosialisasikan pentingnya keselamatan berkendara di kalangan pelajar.

Instruktur memberikan pembekalan cara berkendara yang benar

Instruktur memberikan pembekalan cara berkendara yang benar

“Secara bergiliran semua sekolah di Provinsi Riau akan kami beri pembekalan akan pentingnya keselamatan berkendara. Apalagi mereka generasi muda bangsa yang akan meneruskan estafet pembangunan negeri kita tercinta,” tuturnya kepada Pekanbaru.co, Senin (30/9/2013).

Dalam kegiatan yang berlangsung tanggal 20 September 2013 di SMA Kalam Kudus Pekanbaru dan tanggal 28 September 2013 lalu di SMP As-Shofa, tim safety riding Honda memberikan materi tentang gambaran data kecelakaan lalu lintas. Hal ini sangat penting karena usia produktif 15-30 tahun dan kalangan pelajar menjadi penyumbang terbanyak korbang kecelakaan akibat emosi tak stabil dan etika berkendara yang tidak baik.

Teori safety riding diberikan di SMA Kalam Kudus Pekanbaru

Teori safety riding diberikan di SMA Kalam Kudus Pekanbaru

Tak lupa, siswa juga diberikan pemahaman tentang faktor-faktor terjadinya kecelakaan. Faktor pertama adalah manusia. Karena pengetahuan berkendara belum memadai, ketrampilan juga belum maksimal dan etika berkendara yang kurang. Faktor kedua, kendaraan atau sepeda motor. Kendaraan yang digunakan tidak terawat dengan baik dan sudah mengalami modifikasi  sehingga sudah tidak memenuhi standar keselamatan.

Jalanan yang banyak berlubang, jalanan yang sempit serta banyaknya tersisa material pasir dan batu dijalan raya menjadi faktor yang ketiga. Dan yang keempat, kecelakaan yang terjadi di sekitar kita 90 persen disebabkan oleh manusianya atau human error.

“Dapat kita simpulkan, terjadinya sebuah kecelakaan bukan tanpa sebab. Faktor-faktor diataslah penyebabnya dan 90 persen terjadinya kecelakaan karena human error,” tegasnya.

Tim safety riding Honda memberikan bantuan tong sampah kepada SMA Kalam Kudus

Tim safety riding Honda memberikan bantuan tong sampah kepada SMA Kalam Kudus

Materi selanjutnya, kata Jon Roni, pihaknya juga memberikan pemahaman bahwa bila terjadi kecelakaan tak hanya menyebabkan kerugian langsung yang akan diderita si pengendara tetapi juga kerugian jangka panjang berupa kemiskinan.

“Selama ini yang ada dipikiran masyarakat bila terjadi kecelakaan, bagaimana memperbaiki motor yang rusak dan mengobati luka. Padahal kecelakaan bisa menyebabkan sebuah keluarga jatuh miskin. Kami contohkan, sebuah kecelakaan menimpa orang tua yang selama ini menjadi tulang punggung keluarganya dalam mencari nafkah. Bila terjadi kecelakaan fatal dan meninggal, tentu keluarganya yang ditinggalkan tak lagi mendapat sumber keuangan. Lama-lama, bisa jatuh miskin. Nah mindset ini yang ingin kami rubah,” tutur Jon Roni.

Sedangkan materi berikutnya, tim safety riding Honda juga menayangkan cuplikan-cuplikan video tentang kecelakaan lalu lintas. Diakhir acara, Capella Honda juga memberikan bantuan tong sampah sebagai wujud keperdulian Honda terhadap kebersihan lingkungan. Selain souvenir untuk semua peserta, seorang peserta terbaik diberikan hadiah helm karena dinilai mempunyai kelebihan di dalam menjawab pertanyaan yang diajukan tim safety riding Honda.***(Sukma)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments