Potensi Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau Tinggi

Share:

Pekanbaru – Rendahnya intensitas hujan di Provinsi Riau beberapa waktu terakhir membuat sejumlah titik api (hotspot) kembali muncul di daerah ini. Kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya menjadi bencana yang memicu kabut asap lagi-lagi mengancam di depan mata.

Berdasarkan hasil monitoring satelit Terra dan Aqua, telah terdeteksi 29 titik api di empat kabupaten/kota. Di Kabupaten Rokan Hilir ditemukan 14 titik, Rokan Hulu 5 titik Kampar tiga titik dan Kota Dumai 2 titik.

Analis badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Warih Budi Lestari menyebutkan, ada sejumlah faktor yang mendorong munculnya titik api di Riau, terutama masalah cuaca dan juga kesadaran masyarakat. Dalam hal ini, minimnya curah hujan telah membuat kebakaran hutan dan lahan meluas lebih cepat.

“Potensi hujan ada, namun sifatnya lokal dan intensitasnya masih ringan. Hal itu yang kemudian menyebabkan potensi terjadinya kebakaran lahan cukup tinggi,” terang Warih, seperti dikutip dari Antara.

Sabtu (28/9/2013) lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau bahkan harus mengerahkan dua unit helikopter untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkalis dan juga Kampar. Saat itu, api merebak makin luas dan mendekati pemukiman warga.

“Helikopter ini melakukan pemadaman dengan menerapkan bom air atau water bombing,” terang Said Saqlul Amri, Kepala BPBD Riau.

Kebakaran di Kabupaten Kampar yang berada di Kecamatan Siak Hulu pada awalnya berlangsung selama beberapa hari. BPBD harus mengambil tindakan lewat udara guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.

Sementara di Kabupaten Bengkalis, metode udara dan darat dilakukan secara bersamaan. “Sementara di Bengkalis juga demikian. Selain ada tim darat yang melakukan upaya pemadaman dan pantauan langsung,” lanjut dia.***(ant/DP)

Advertisement

Berita Lainnya

Kirim Komentar