Akademi Berbagi Pekanbaru Taja Kelas Perdana

Akademi Berbagi Pekanbaru

Akademi Berbagi Pekanbaru

Pekanbaru, Riau — Akademi Berbagi (Akber) Kota Pekanbaru membuka kelas perdana, Sabtu (28/9/2013), pukul 9:00 WIB hingga selesai di Chevron Energy Corner, Gedung Perpustakaan Soeman HS, Lt. 4, Jl. Jend. Sudirman no.462 Pekanbaru. Akademi Berbagi dengan tagline “Berbagi Bikin HAPPY!!!” adalah organisasi nirlaba yang tersebar di berbagai kota besar Indonesia.

Kelas perdana Akber Pekanbaru ini bertajuk “Membangun Komunitas” dengan guru yang didatangkan langsung dari Jakarta, yakni Founder Akademi Berbagi, Ainun Chomsun (@pasarsapi) dan salah seorang blogger senior di Riau, Taufik Asmara (@bangfiko) ketua pertama Komunitas Blogger Bertuah (Pekanbaru).

Kelas perdana Akber Pekanbaru ini dihadiri berbagai komunitas yang ada di Pekanbaru, seperti Internet Marketer Riau (@imriau), Blogger Bertuah (@BloggerBertuah), Robot Pekanbaru (@robotPKU), Backpacker Pekanbaru (@BackpackerPKU), Shinobi Warrior–Komunitas Cosplay di Pekanbaru (@shinwa_cosplay), Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) Pekanbaru (@CISCpekanbaru), Couch Surfer Indonesia (@CouchSurfingID) dan peserta umum lainnya.

Tanpa banyak basa basi, pagi itu jam 9:00 WIB peserta yang baru datang di Chevron Energy Corner langsung disambut hangat oleh relawan Akber Pekanbaru, “Silahkan-silahkan,” sambut Hadiyah Hayati, “Silahkan ngopi, ngeteh, atau sarapan lontong, soto, miso,” tambah Aldino Putra Kamiko, pria yang punya selera humor tinggi ini sambil memperlihatkan senyumnya yang khas, walau diatas meja yang ada hanya kopi dan teh.

Setelah ruangan Chevron Energy Corner yang ditata sedemikian rupa dipenuhi sekitar 30 murid, Kelas Perdana Akber Pekanbaru segera dimulai. Kamiko langsung saja mengambil pengeras suara memposisikan diri sebagai Master of Ceremony (MC), “Langsung saja kita panggilkan Ainun Chomsun,” kata Kamiko dengan penuh semangat.

Ainun Chomsun menyampaikan materi tentang Membangun Komunitas di Era Media Sosial. “Media sosial bukannlah komunitas, namun itu adalah sebagai wadah untuk berkomunitas, walau demikian komunitas itu tetap nyata,” kata Ainun. Di Sela-sela penyampaian materi kerap terjadi interaksi dari peserta kelas perdana Akber Pekanbaru.

Selain menjelaskan tentang wadah komunitas yang bernama media sosial, Ainun juga memaparkan poin-poin berkomunitas. Jadi komunitas itu harus mempunyai tujuan, target, organisasi, sosialisasi, relawan, dan dana. Tujuan komunitas bisa dibangun dari yang kecil atau langsung besar. Bisa juga ditetapkan bersama atau telah ditetapkan oleh pendirinya.

“Relawan merupakan hal yang sangat penting dalam komunitas dan sering dilupakan. Namun tidak semua bisa menjadi relawan dalam komunitas, komitmen yang harus dimiliki oleh para relawan, kalau ngga ya kelar deh,” lanjut Ainun Chomsun. Relawan itu bisa dilihat tingkatannya; leader, organisatoris, teknisi, dan penggembira. Kemudian yang diperlukan dalam komunitas adalah dana. Masalah klasik ini menurut Ainun bisa dicarikan solusinya melalui iuaran, donasi, crowdfunding, sponsor, dan unit bisnis.

Selain itu Ainun Chomsun juga berkisah pengalamannya di Komunitas Akademi Berbagi hingga terbentuk jaringan Akber di kota-kota besar di Indonesia, diantaranya Pekanbaru. “Hidup hanya sekali, kenapa harus menunggu untuk bisa berbagi” ini kutipan menarik dari kisah Ainun Chomsun dalam perjalanan membangun Akber.

Setelah sesi founder Akademi Berbagi selesai dilanjutkan oleh Bang Fiko yang diawali dengan cerita chating dengan relawan Akber Pekanbaru. Rupanya bang Fiko tergabung dalam tim tutor Blogger Bertuah dan baru pulang dari Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dalam rangka memberikan pelatihan internet dan pembuatan bahan ajar, pembuatan website, dan sosialisasi BOS se-Rokan Hulu. Suasana semakin mencair, interaktif peserta kelas Akber Pekanbaru silih berganti mengacungkan tangan, bertanya seputar tajuk yang sedang diperbincangkan “Membangun Komunitas” dan tentunya juga seputar blog.

Peserta Kelas Perdana Akademi Berbagi Pekanbaru

Peserta Kelas Perdana Akademi Berbagi Pekanbaru

Usai penyampaian materi, para peserta kelas perdana Akber Pekanbaru melakukan foto bersama. Perwakilan Akber di masing-masing kota disebut kepala sekolah (kepsek). Hesti Wulandari terpilih secara “terpaksa” menjadi kepsek Akber Pekanbaru. Tujuan didirikannya Akber Pekanbaru adalah untuk berbagi ilmu “dalam segala bidang oleh segala kalangan,” pungkas dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau ini di penghujung kelas perdana.***

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments