BBM for Android Dilepas, Pasar Smartphone Samsung Kian Cerah

Pekanbaru – Keputusan BlackBerry melepas fitur eksklusif BlackBerry Messenger (BBM) ke platform Android dan iOS ternyata malah membuat pangsa pasar kompetitor utama mereka di Indonesia, Samsung meledak drastis. Tindakan BlackBerry ini jelas-jelas menjadi berkah yang besar bagi vendor asal Korea tersebut.

Di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, sentra-sentra penjualan smartphone tumbuh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Namun bukan BlackBerry yang menjadi idola. Justru Samsung bersama platform Android yang meningkat tajam hingga lebih dari 200 persen.

“Konsumen pada incar smartphone merek Samsung, atau smartphone low end dengan platform Android. Peningkatannya hingga 200 persen lebih,” terang Rico, pengelola Intra Phone Pekanbaru saat berbincang dengan Pekanbaru.Co, Jumat (27/9/2013) siang.

Tapi yang terjadi dengan aneka produk BlackBerry malah sebaliknya. Menurut Rico, pasar BlackBerry yang pada awalnya sangat bagus di Pekanbaru justru merosot tajam. Bahkan dalam kurun dua bulan terakhir saat dia berhasil menjual aneka produk Android hingga ratusan unit, smartphone BlackBerry yang diminati konsumen hanya dalam hitungan jari.

“Katanya ada BBM juga di Android. Pelanggan pada nunggu itu, katanya Android lebih bagus. Apalagi bisa BBM-an,” lanjut dia.

Mungkin saja iPhone yang mengusung platform iOS tak akan menjadi lawan bagi BlackBerry di pasar Indonesia karena mereka menargetkan pangsa yang berbeda. Namun keputusan melepas BBM untuk Android justru menjadi boomerang bagi vendor asal Kanada ini.

Apalagi Android yang digunakan berbagai pabrikan smartphone menyasar pasar yang lebih luas. Di pasaran, perangkat Android bahkan bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp 1 juta.

Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara pengguna smartphone terbesar di dunia yang juga pernah menjadi negara idola pemasaran BlackBerry. Apakah justru inovasi BlackBerry dalam BBM lintas platform sendiri yang akan membunuh bisnis mereka?***(DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments