Meski Hindari ‘Labil Ekonomi’, Honda Brio Satya Belum Lolos Verifikasi

Jakarta – Honda Brio Satya yang bermain di kelas low cost green car (LCGC) dan dibanderol mulai Rp 102 juta ternyata belum lolos verifikasi dari Surveyor Indonesia untuk kategori Kendaraan Harga Terjangkau dan Hemat Bahan Bakar (KHB2). Padahal secara harga, Brio Satya sudah menghindari ‘labil ekonomi’ lho. Hmmm.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi menjelaskan, ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebuah produk agar lolos verifikasi LCGC di Indonesia.

“Honda belum lolos verifikasi. Mereka masih dalam tahap proses karena pengajuan baru dilakukan pekan lalu,” terang dia, seperti dikutip dari Kompas.com.

Budi juga menambahkan, hingga saat ini baru dua produk LCGC yang lolos verifikasi. Siapa lagi kalau bukan duo Daihatsu Ayla dan Toyota Agya.

Verifikasi dibutuhkan produsen sebagai syarat pemasaran produk, sekaligus menikmati insentif pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 10 persen. Hal ini sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kisaran harga yang pro konsumen.

Ada banyak syarat yang harus dipenuhi sebuah produk agar dapat dinyatakan lolos oleh verifikator. Paling utama adalah pembuktian bahwa produk tersebut dibuat dari bahan mayoritas dalam negeri. “Mereka harus bisa membuktikan kalau produk LCGC-nya bisa memenuhi kandungan lokal sampai 80 persen,” imbuhnya.

Tapi peminat Honda Brio Satya tak usah khawatir, baru-baru ini PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan bahwa kendaraan yang mereka rancang menggunakan hingga lebih dari 85 persen kandungan lokal yang didapatkan dari berbagai supplier di Tanah Air.

Seperti halnya Honda Brio Satya, nasib sama juga dialami Datsun Go+ dan Suzuki Wagon R. Keduanya bahkan belum mengajukan untuk diverifikasi.***(kcm/int/rio)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments