Tahu dan Tempe Muncul Lagi di Pekanbaru, Harga Makin Tinggi

Pekanbaru – Setelah menghilang beberapa hari dari pasaran, produk olahan kedelai seperti tahun dan tempe kembali ramai mengisi pasar-pasar tradisional di Pekanbaru. Namun, kedua makanan merakyat itu tak muncul seperti biasanya. Selain ukuran mereka mengecil, banderol harganya pun bergerak naik. Hmmmm.

Berdasarkan penelusuran Pekanbaru.Co, Senin (16/9/2013), kenaikan harga sudah mulai terjadi sejak pasokan tahun dan tempe mulai ada di pasaran. Pedagang menyebut, setidaknya mereka harus menggeser harga jual lebih mahal 25 persen dari harga normal.

“Masyarakat banyak yang butuh tahun dan tempe. Meski harganya naik, tetap laris,” sebut Arni (29), salah satu pedagang bahan makanan di Pasar Cik Puan Pekanbaru.

Tak hanya itu, kelangkaan kedelai yang pada akhirnya membuat harga tahu dan tempe meroket justru juga berdampak terhadap ukuran bahan makanan itu. Besar satuan tempe banyak yang menyusut, terutama untuk produk yang dijual dengan harga normal.

“Tapi kalau harganya naik, biasanya ukurannya sama,” lanjut dia.

Dalam kondisi normal, tempe dengan ukuran kecil biasanya hanya dijual Rp 1.000 per potong. Kini pedagang harus melepas barang tersebut dengan Rp 2.000 per potong. Sedangkan untuk ukuran sedang kini mesti dibanderol Rp 4.000, naik seribu rupiah dari kisaran harga normal. ***(aa)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments