Tak Ada Quick Count, Ketua KPU Riau: Tidak Ada Aturan yang Mengharuskan

Share:

Pekanbaru – Tanpa adanya keterlibatan tim independent yang melakukan perhitungan suara cepat (quick count) dalam Pemilihan Gubernur Riau 2013, kini terlihat adanya kebingungan di tengah masyarakat. Setiap pasangan calon yang bersaing saling klaim kemenangan, dan membuat masyarakat tak memiliki data valid mengenai perkembangan perhitungan suara hingga saat ini. Lalu, kenapa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau tidak melibatkan tim quick count tersebut.

“Rasanya kalau masalah ketersediaan anggaran, rasanya Riau ini cukup kaya. Apalagi anggaran Pilgubri kali ini kalau tidak salah berkisar Rp 250 miliar. Saya rasa jumlah itu cukup,” kata salah satu pengamat politik Riau, Abdurrahman Rozy S.Sos kepada Pekanbaru.Co, Kamis (5/9) pagi.

Laki-laki yang akrab disapa Rozy itu menyayangkan dalam helatan yang juga dilaksanakan di berbagai provinsi lain dalam waktu yang relatif bersamaan, justru rata-rata melakukan quick count. Di Sumatera Selatan misalnya, Pemilukada Ulang yang digelar kemarin, Rabu (4/9) tetap dapat dipantau melalui perhitungan cepat meski hanya dilakukan di empat kabupaten saja.

Sementara, sebelumnya di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan juga melaksanakan quick count independen guna memuaskan masyarakat di daerah tersebut.

Ketua KPU Riau Tengku Edi Sabli saat dihubungi wartawan, seperti dikutip dari halloriau.com menyebutkan, KPU untuk Pilgubri 2013 tidak menyediakan quick count bagi masyarakat umum. Sistem terbatas perhitungan cepat hanya digunakan untuk kepentingan internal KPU saja.

“Tidak ada kewajiban dan tidak ada keharusan KPU membuat quick count itu. KPU tetap berpedoman kepada hasil akhir yang diputuskan Rapat Pleno,” sebut dia. ***(mrn/DP)

Berita Lainnya

Kirim Komentar