Masih Kontroversi, Ini Potensi Efek Samping IF dan Diet ala Deddy Corbuzier

Share:

London – Saat ini banyak masyarakat dunia yang mulai melakukan Intermittent Fasting (IF) atau puasa berselang. Sementara di Tanah Air, Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD) juga menjadi hangat diperbincangkan. Pasalnya, strategi diet yang diperkenalkan mentalist Deddy Corbuzier itu menggunakan pola yang masih kontroversial, terutama mengenai asupan nutrisi dan sarapan.

Deddy sendiri dalam beberapa keterangannya juga menyatakan bahwa kesesuaian pola diet tergantung dari kondisi fisik dan kecocokan tubuh. Bagi pembaca Pekanbaru.Co, sebelum melakukan sebuah pola diet ada baiknya mengetahui berbagai efek samping dari program kesehatan yang akan Anda lakukan.

Sebenarnya beberapa penelitian sudah dilakukan guna membahas dampak kesehatan diet dan puasa berselang. Apalagi bagi wanita, di mana kondisi hormon dan tubuh sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang dimakan. Seperti dilansir Charles Poliquin, Sabtu (24/8/2013), ini dia potensi efek samping puasa berselang bagi kaum hawa.

Mematikan ovarium

Secara perlahan, IF atau puasa berselang secara berlebihan ternyata dapat merusak dan bahkan mematikan ovarium. Gejala awal terlihat muncul berupa sulitnya seorang wanita tidur di malam hari. Hal ini muncul karena akan timbul kesadaran untuk mendapatkan makanan guna mempertahankan kondisi ovarium.

Jika Anda kini tengah melakukan IF atau pola diet lainnya, sebaiknya hentikan sesegera mungkin. Hubungi pakar gizi atau dokter untuk mendapatkan saran medis yang tepat mengenai kelanjutan diet yang Anda lakukan.

Menstruasi tidak teratur

Wanita sangat dipengaruhi oleh hormon. Malangnya, beberapa pola diet justru bisa merusak kestabilan hormon dalam tubuh. Hal tersebut akan berdampak terhadap gangguan metabolik, obsesi atas citra tubuh, jerawat hingga menstruasi tidak teratur.

Obsesi terhadap makanan

Wanita ternyata makhluk yang mudah diserang rasa panik dan cemas, termasuk dalam urusan makanan. Puasa berselang yang menggunakan metode ‘jendela makan’ mewajibkan mereka untuk hanya makan satu kali sehari di waktu yang sama.

Jika belum waktunya berbuka, pelaku diet hanya dibenarkan mengonsumsi minuman non kalori dan tidak makan sedikit pun. Tentu saja praktik di atas akan membuat wanita sibuk memperhatikan jam tangan mereka. Karena, jika telah berbuka justru mereka harus menunggu kesempatan keesokan harinya. ***(int/lp6/rys)

Berita Lainnya

Kirim Komentar