Fatwa Haram Twitter dan Facebook ‘Gempur’ India

New Delhi – Lagi-lagi keberadaan jejaring sosial Twitter dan Facebook kembali diperdebatkan. Kali ini sejumlah ulama (mufti) di India menyatakan kedua layanan itu haram dari sisi agama.

Larangan mengunggah foto pribadi pun langsung menyebar di negara itu. Seorang ulama, Maulana Tauquir Raza Khan yang juga merupakan Ketua Itehade-e-Millat Council di Barelli mengimbau agar umat muslim di sana agar tidak memajang gambar pribadi mereka di media sosial karena dinilai melanggar ajaran Islam.

“Mengunggah gambar di Facebook atau jejaring sosial lainnya seharusnya dihindari,” ujar Maulana Tauquir Raza Khan seperti dikutip dari Onislam, Selasa (13/08/2013).

Dia menambahkan, dalam Islam menunjukkan wajah ke orang tidak dikenal atau tidak dekat itu dilarang. Apalagi mengingat adanya kemungkinan foto-foto tersebut disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal serupa juga disampaikan Maulana Saif Abbas Naqvi, tokoh Islam lainnya. Kendati masih mengizinkan penggunaan media sosial, dia tidak membenarkan seorang wanita memajang fotonya.

“Kita liberal. Kita bukan berpikiran seperti orang Taliban. Ketika kawula muda bertanya mereka bisa memiliki akun Facebook dan Twitter, kita mengizinkan itu. Tapi syariah tidak mengizinkan wanita memasang fotonya,” ucapnya.

Di sisi lain, beberapa mufti tetap mengizinkan penggunaan media sosial asalkan sesuai dengan kondisi tertentu. Seorang tokoh Sunni, Abdul Irfan Naimul Halim Firgani Mahli berpendapat bahwa Facebook maupun Twitter boleh-boleh saja jika tujuannya adalah bisnis, bukan untuk mencari relasi dengan lawan jenis.

Munculnya fawa ini langsung mengunda banyak pertanyaan dari masyarakat. Namun kiranya pro dan kontra bisa langsung diredam dengan adanya jawaban tegas dari ulama setempat. ***(dtc/int/rio)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments