Menutrisi Sel Kanker dan Memperpendek Usia, Ini Dia 10 Fakta Tentang Gula

Pekanbaru – Hampir semua dari kita sudah mengonsumsi gula hari ini. Memang, gula berada di berbagai makanan dan minuman yang nyaris tak dapat dielakkan. Namun, di balik fakta ini justru banyak juga di antara kita yang dengan sengaja memakan atau meminum asupan berbahan gula. Tapi tahukah kita bahwa ternyata gula mempunyai dampak yang luar biasa buruk bagi kesehatan?

Kita mungkin tahu kalau gula itu berbahaya jika dikonsumsi berlebihan, terutama memicu diabetes. Tapi sebenarnya, bahaya di balik semua itu justru sangat besar dan di luar dugaan. Dikutip dari The Huffington Post, ini dia 10 bahaya mengonsumsi gula.

Gula membuat Anda kegemukan

Sebagian besar orang-orang yang menderita obesitas memiliki pola makan yang kurang baik, salah satunya doyan makanan dan minuman manis. Hal ini jelas memperlihatkan bahwa gula memiliki kontribusi besar dalam memicu kegemukan.

Lebih dari itu, kegemukan juga menjadi kondisi yang tak bisa dianggap enteng. Terlalu banyak penyakit dan kelainan organ yang siap merenggut nyawa Anda kapan saja.

Minuman manis sangat mungkin memperpendek usia

Baru-baru ini sebuah studi menjelaskan bahwa ada 180.000 kematian di dunia yang disebabkan minuman manis. Kadar gula dalam minuman berhubungan erat dengan diabetes, kanker dan juga penyakit jantung.

Gula ada dalam makanan yang dianggap ‘tanpa gula’

Apakah saus tomat, roti, kraker dan aneka makanan lainnya yang tidak terasa manis mengandung gula? Jika Anda menjawab tidak, maka itu adalah sebuah kesalahan. Gula tak selalu terasa manis, karena ini hanyalah sebuah gambaran rasa dari berbagai bahan makanan. Kebenarannya, gula merupakan susunan kimiawi hidro karbon yang bahkan ada di hampir semua jenis makanan. Jadi, pintar-pintarlah memilih Asupan.

Gula dapat menurunkan kejeniusan

Jika Anda ingin pintar dengan kemampuan otak maksimal, maka mulailah mengurangi konsumsi gula. Gula diakui dapat mempercepat penuaan sel, begitu pula dengan sel-sel yang ada di otak. Makanya, banyak mengonsumsi gula bisa membuat otak Anda mengalami penurunan fungsi lebih cepat.

Gula dan alkohol punya efek racun yang sama

Kerusakan hati banyak terjadi pada mereka yang suka mengonsumsi minuman beralkohol. Namun, studi dalam jurnal Nature menunjukkan hal yang sama bisa terjadi pada mereka yang begitu gemar menikmati manisnya gula. Pasalnya, fruktosa dalam glukosa dalam jumlah banyak dapat merusak sel-sel hati, seperti halnya alkohol.

Gula juga sebabkan ketagihan

Gula itu sebenarnya juga bersifat aditif lho! Hal ini pula yang ternyata membuat sebagian orang ketagihan akan gula. Celakanya, ketagihan akan gula bersifat genetik dan bisa diturunkan, karena melibatkan perubahan pada hormon ghrelin. Ghrelin adalah hormon yang memberikan sinyal pada otak saat tubuh merasa lapar. Namun perubahan hormon ini bisa membuat tubuh merasa lapar terus menerus meski perut sudah kenyang.

Gula menutrisi sel kanker

Semua orang di dunia ini punya potensi untuk terjangkit kanker, karena ternyata sel kanker ada di tubuh setiap manusia. Namun, setiap orang memiliki mekanisme sendiri untuk melawan pertumbuhan sell-sel berbahaya tersebut.

Sayangnya, gula adalah penyumbang makanan terbesar bagi sel kanker. Semakin sel-sel ini ternutrisi, maka semakin besar pula peluang kanker berjangkit. Jadikan ini salah satu alasan bagi Anda untuk mulai mengurangi konsumsi gula.

Gula itu pembunuh berdarah dingin

Resistensi leptin sangat mungkin terjadi bagi mereka yang gemar menikmati gula. Leptin adalah hormon yang juga berperan sebagai pemberi peringatan kepada otak saat tubuh mulai kenyang. Resistensi hormon ini menurunkan kinerjanya yang kerap membuat penderita tidak menyadari kalau sebenarnya tubuh mereka sudah kenyang.

Akibatnya, terjadilah pola makanan yang jauh di atas kebutuhan tubuh yang membuat mereka menderita obesitas. Saat kondisi in terjadi, banyak kemungkinan  yang bisa membuta faktor penyebab kematian mendadak muncul.

Gula membentuk lemak di perut

Angka penderita obesitas bertambah secara massive beberapa tahun terakhir. Setelah dilakukan penelitian, ternyata kegemaran mengonsumsi minuman manis adalah penyebabnya. Studi juga memperlihatkan bahwa minuman manis dapat meningkatkan jumlah lemak di bagian perut dan memicu obesitas.

Gula merusak kinerja jantung

Keyakinan gula berdampak buruk terhadap kesehatan jantung sebenarnya sudah ada sejak lama. Baru-baru ini rumor itu dibuktikan lewat Journal of American Heart Association tahun 2013 yang menemukan bukti dan mekanismenya. Molekul glukosa 6-fosfat yang terdapat di dalam gula menyebabkan perubahan otot jantung yang berujung kepada gagal jantung.

Itulah fakta buruk soal gula.  Jadi, mulailah mengubah gaya hidup Anda agar gula tak merusak masa depan. ***(int/dian)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments