Gaya Hidup China Bikin Harga TBS Indonesia Anjlok

Pekanbaru – Lagi-lagi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Indonesia turun. TBS yang diproduksi dari pohon berusia 10 tahun hanya dihargai Rp 1.437,54/kilogram dengan penurunan sekitar Rp 32,36/kilogram jika dibandingkan satuan harga pekan lalu. Jika melihat ke belakang, ternyata trend penurunan harga sudah terlihat sejak awal tahun 2013. Kenapa ini bisa terjadi?

China yang menjadi salah satu negara tujuan ekspor CPO kini mengalami transformasi gaya hidup di tengah masyarakatnya. Di Negeri Tirai Bambu itu, orang-orang tengah menggandrungi ‘soybean oil’ (minyak kedelai) sebagai pengganti minyak kelapa sawit. Akibatnya, permintaan akan CPO dari Indonesia praktis menurun.

“Hal itu antara lain dipicu akibat permintaan China menurun. Turunnya permintaan China ditandai peningkatan konsumsi ‘soybean oil’ atau minyak kedelai di negara itu yang kemungkinan dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat di sana,” ujar Sekretaris Tim penetapan harga TBS kelapa sawit Riau Rina Rosdiana seperti dikutip dari Antara, Rabu (24/07/2013).

Indonesia yang merupakan negara pengekspor CPO terbesar di dunia barang tentu akan merasakan dampak perubahan skala impor negara besar seperti China. Diperkirakan, selama tahun ini harga TBS di tingkat petani tak akan banyak berubah dan menjanjikan perbaikan, kecuali adanya permintaan domestik yang besar.

Menurut Rina, secara perlahan Indonesia bisa mengalihkan CPO untuk konsumsi dalam negeri agar harga tetap bisa dipertahankan. “Konsumsi CPO domestik kita diekspektasikan akan mengalami kenaikan 12,4 persen pada tahun 2013,” katanya.

Tak hanya Indonesia yang terkena imbas gaya hidup China ini. Malaysia yang juga dikenal negara eksportir CPO ikut kehilangan 12 persen kuota ekspor tahunan mereka. ***(ant/yy)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments