Radja Mebel, Refleksi Keyakinan Seorang Pengusaha Muda

Pekanbaru— Berada di dekat tepian Sungai Siak, Radja Mebel berdiri kokoh di pangkal Jembatan Leighton. Dia telah berada lama di sana, bak saksi yang bisa memaparkan bagaimana kota ini tumbuh dan berkembang.

Dari luar bangunan, tampak kayu-kayu jati yang disulap apik menjadi perabotan mewah. Ukiran tradisional, nuansa seni yang membalut kayu-kayu itu lebih seperti refleksi budaya nan mempesona. Siapa di balik sentra mebel jati ini?

Dialah Muhammad Akbar Prapansyah, seorang pengusaha muda yang ambisius dan juga visioner. Namun, kesuksesannya mengembangkan Radja Mebel hingga saat ini tak dapat dinikmati bak makanan siap saji. Butuh perjuangan panjang dan berliku yang secara perlahan menempa pria kelahiran 24 Juni 1983 ini menjadi sosok yang inovatif dalam bisnis, dengan intuisi yang melengkapinya.

Akbar lahir di Padang Sumatera Barat. Meski berasal dari keluarga pengusaha mebel dan perabotan, Akbar sendiri tak mau hanya sekedar menampung tangan. Masa kecil dihabiskannya untuk bekerja di salah satu sentra mebel terbesar di tanah kelahirannya tersebut.

“Itu adalah perjuangan yang berarti, untuk mengetahui lebih banyak mengenai usaha ini,” terang Akbar saat berbincang dengan Pekanbaru.Co, Selasa (16/07/2013).

Keyakinan akan pengalaman akhirnya harus diuji. Memasuki tahun 2006, Sentral Mebel Jati Jepara milik sang kakek di Pekanbaru diterpa badai bisnis. Tak banyak yang dapat dilakukan, hingga akhirnya Akbar hijrah ke Kota Bertuah untuk menjadi pengusaha seutuhnya.

“Persaingan bisnis saat itu sangat keras. Sentral Mebel Jati Jepara kewalahan, dan saya harus mencari cara menyelamatkannya,” ujar ayah dua anak ini.

Di akhir 2006, nama ‘Sentral Mebel’ diganti menjadi ‘Radja Mebel’ untuk membuat bisnis ini menjadi lebih merakyat. Akbar menekan keuntungan dan praktis meningkatkan angka penjualan. Perlahan tapi pasti, kejayaan usaha mebel ini kembali berkibar.

“Saya hanya ingin citra mahal dari Sentral Mebel itu bisa hilang. Dan nama Radja terbukti efektif,” lanjut dia.

Radja Mebel secara konsisten menawarkan perabotan jati jepara dengan kualitas terbaik, dan harga yang lebih terjangkau. Hal ini bisa dilakukan, kata Akbar, karena mereka telah memiliki bengkel dan gudang di Jepara, pusat pembuatan mebel jenis ini.

“Yang terpenting adalah komitmen dan konsisten memberikan produk berkualitas terbaik. Mungkin akan berdampak terhadap harga, namun konsumen akan terus mempercayai produk kita dibandingkan jika menetapkan harga rendah dengan kualitas produk yang rendah pula,” terang Akbar panjang lebar. ***(DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments