Kopi Payau, Kopi Khas Riau yang Disukai Nescafe

Pekanbaru- Tak hanya kaya minyak dan mampu memproduksi hasil perkebunan dalam jumlah besar, Provinsi Riau ternyata juga memiliki sebuah tanaman khas yang bernilai jual tinggi. Ya, itulah kopi payau. Kopi jenis arabika maupun robusta yang tumbuh di lahan payau. Konon, kelezatan rasa kopi ini telah diakui produsen minuman berkelas internasional, layaknya PT Nescafe.

“Tanaman dengan rasa khas beda dengan tanaman aslinya ini,  karena ditanam di daerah payau dan PT Nescafe mengakui kopi tersebut sangat disukai,” kata Kepala Bagian Pengembangan Pengolahan Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Riau, Dwiyana di Pekanbaru, Kamis (11/07/2013), seperti dikutip dari Antara.

Hanya saja, kopi yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Meranti ini belum dikelola secara modern. Pola penanaman konvensional hanya mampu membuat kopi payau khas Riau menjangkau kebutuhan daerah saja. Padahal, dengan potensi yang ada, varietas ini akan bisa menjadi ikon daerah yang mendatangkan pundi-pundi kesejahteraan masyarakat.

“Akan tetapi ke depan diperlukan pembinaan yang lebih intensif lagi untuk mengembangkan tanaman ini yang termasuk salah satu produk pertanian unggulan Riau,” lanjut Dwiyana.

Produksi kopi Riau pada tahun 2010 tercatat sebesar 2.048  ton, berkurang dari Tahun 2009 yang saat itu berkisar 2.247 ton. Angka tertinggi produksi kopi terjadi pada  2008 yang tercatat sebesar 3.244 ton dan tahun 2007 sebanyak 4.068 ton. Pada tahun tahun 2006 produksi kopi asal daerah ini tercatat sebesar 3.804 ton.

Juga disebutkan, mengingat wilayah budidaya berada di batas provinsi dan bahkan negara, sangat memungkinkan Riau dapat mengekspor kopi dengan mudah. Tinggal bagaimana mengelola potensi besar yang sudah dianugerahkan untuk Bumi Lancang Kuning ini. ***(ant/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments