Waduh! Ternyata Takjil Itu Bukan Makanan

Pekanbaru- Saat menjalankan ibadah puasa, hampir semua dari kita biasa menggunakan istilah takjil (ta’jil) untuk menyebut menu pembuka saat berbuka puasa. Biasanya, menu-menu ini berupa kolak, sirup, bubur dan aneka jenis makanan manis lainnya yang mampu mengobati dahaga. Tapi ternyata, istilah ‘takjil’ itu sendiri bukan bermakna makanan. Nah, lho?

Jika dilihat dari definisi takjil dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mengarah kepada tindakan mempercepat, atau dalam aplikasinya adalah mempercepat berbuka puasa. Hal serupa juga diperlihatkan kata dasar ‘ajila’ dalam bahasa Arab yang berarti menyegerakan.

Nah, jelas sudah bahwa takjil adalah kata kerja, bukan kata benda. Kira-kita kenapa ada pergeseran makna takjil secara luas?

Seperti dikutip dari Detik.com, kemungkinan kesalahan makna ini terjadi juga dari tanah Arab, ketika orang-orang di sana menggunakan kurma untuk menyegerakan berbuka puasa. Secara perlahan akhirnya kurma sendiri identik dengan kata takjil.

Lalu, apa kata yang cocok untuk mendefinisikan menu-menu berbuka puasa?

Dari KBBI, iftar mungkin bisa dijadikan pilihan terbaik. Iftar yang berarti hal berbuka puasa bahkan dapat menggambarkan makanan apa saja, termasuk makanan utama seperti nasi dan lauk setelah menyantap hidangan pembuka.

Yuk perbaiki penggunaan istilah ini. ***(DP)

Ikuti informasi unik dan penting seputar Ramadhan 1434 H  di www.pekanbaru.co | Era Baru Media Digital

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments