Mahdi Muhammad: Optimalkan Kredit Revitalisasi Perkebunan Riau

Pekanbaru- Riau dikenal sebagai salah satu provinsi dengan pendapatan daerah terbesar di Pulau Sumatera. Keberadaan lebih dari 2,2 juta hektar lahan sawit, dilengkapi ratusan ribu tanaman produktif lain seperti karet, akasia dan padi yang terus mengisi pundi-pundi pembangunan. Barang tentu, perhatian pemerintah, perbankan dan masyarakat dalam menopang sektor ini sangat dibutuhkan.

Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau, Mahdi Muhammad memaparkan, lebih dari 60 persen luas kebun sawit Riau adalah milik masyarakat yang dikelola secara mandiri. Sebagian besar perkebunan itu juga diisi dengan tanaman sawit yang telah berumur di atas 20 tahun.

“Kita tentu harus menyadari bahwa petani sawit ini sedang membutuhkan bantuan permodalan guna melakukan revitalisasi lahan dan menanam sawit baru. Jika tidak, dampak buruk akan segera dirasakan daerah dalam waktu dekat, seperti berkurangnya penerimaan daerah dari sektor perkebunan, menurunnya daya beli masyarakat dan melambatnya roda pembangunan,” ujar Mahdi saat berbincang Pekanbaru.Co, Senin (08/07/2013) siang.

Karena inilah, lanjut Mahdi, perbankan harus bergerak agresif dalam membantu petani sawit Riau dalam upaya revitalisasi lahan, terutama dalam segi permodalan. “Karena sudah pasti mereka akan kesulitan modal,” tambahnya.

Sebenarnya, berbagai bank sudah bergerak untuk sektor ini. Namun, dalam perspektif BI, kemasan program pinjaman modal bagi petani perkebunan juga mesti diperbaiki agar tepat sasaran dan efektif.

Menanggapi hal ini, Direktur Kredit dan Syariah Bank Riau Kepri (BRK), Afrial Abdullah menyebutkan, sebagai salah satu bank milik masyarakat Riau, BRK pasti akan memperhatikan sektor utama ini. Bahkan, sejauh ini telah banyak kredit yang disalurkan.

“Pola penyaluran yang kita lakukan biasanya melalui koperasi-koperasi yang ada di lingkungan petani sawit tadi. Dengan skema yang telah ditentukan, mereka bisa mengakses permodalan yang kami sediakan,” ujar Afrial.

Apakah ‘kemasan’ kredit ini akan diperbaiki?

“Tentu. Kita akan lihat efektivitasnya, dan pasti akan kita tingkatkan. Ini menjadi prioritas,” imbuh laki-laki berkumis tipis ini. ***(DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments