Sulit Menahan Pipis Saat Hamil, Ini Dia Penyebabnya

Pekanbaru- Sebagian calon ibu yang sedang hamil kerap  kali bermasalah dengan kandung kemihnya. Beberapa di antaranya memiliki hasrat buang air kecil dengan intensitas yang jauh lebih tinggi dari kondisi normal, lainnya mereka bahkan tidak mampu menahan keluarnya urin saat bersin, batuk maupun tertawa.

Kedua keluhan di atas biasanya dikategorikan medis sebagai beser dan inkontinensia. Biasanya, keluhan tersebut disebabkan karena adanya tekanan terhadap kandung kemih oleh rahim selama masa kehamilan yang membuat ukuran kandung kemih menjadi lebih kecil, dan juga sulit menghentikan alirannya.

Kandung kemih yang terlalu aktif juga jadi penyebab lain. Kondisi tersebut bisa disebabkan banyak faktor, terutama proses melahirkan. Saat bersalin, potensi kerusakan pada saraf pengontrol kandung kemih bisa saja muncul yang juga mengakibatkan inkontinensia.

Tak hanya itu, kehamilan juga sangat mungkin membuat kandung kemih dan uretra bergeser dari posisi semula yang juga berakhir dalam keluhan yang sama. Faktor lainnya, episiotomy atau prosedur bedah guna mempermudah kelahiran.

Jika Anda salah satu penderita masalah-masalah di atas, tentu saja Anda tak ingin sering-sering ngompol di celana, atau menggunakan popok dewasa secara terus-menerus. Dikutip dari Detik.com, inilah tips-tips yang bisa dipraktikkan.

1. Mempraktikkan latihan kegel setiap hari. Para ahli kesehatan merekomendasikan tiga set latihan masing-masing 15 gerakan dalam sehari. Mungkin anda perlu mencari tahu bagaimana melakukan latihan ini, atau berkonsultasi dengan dokter.

2. Aktivitas fisik adalah suatu keharusan. Tanyakan kepada dokter Anda tentang bagaimana harus melakukan olahraga selama kehamilan. Manajemen berat badan dapat mengambil tekanan dari kandung kemih selama kehamilan.

3. Anda dapat menyilangkan kaki ketika merasa perlu untuk batuk atau bersin guna mencegah kebocoran urine atau ngompol. Hal yang sama harus dilakukan bila Anda akan mengangkat sesuatu yang berat.

4. Metode perilaku seperti berkemih pada waktunya dan pelatihan kandung kemih membantu mengobati inkontinensia selama dan setelah kehamilan.

5. Buatlah kebiasaan untuk minum setidaknya delapan gelas cairan setiap hari. Jika Anda mengurangi air untuk mengontrol kencing, itu hanya membuat Anda rentan terhadap infeksi saluran kemih dan dehidrasi.

6. Hindari makanan dan minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih dan membuatnya sulit untuk mengontrol kebocoran kemih, seperti kopi, minuman ringan dan alkohol.

7. Anda dapat menggunakan pembalut yang menyerap bocor urine.

Selain tips di atas, berkonsultasi dengan dokter mengenai penanganan lebih lanjut sebaiknya tetap Anda lakukan. Semoga tips-tips ini bermanfaat. Selamat berakhir pekan. ***(dtc/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments