Kota Paling Berbahaya di Bumi Itu Bernama Goma

PEKANBARU.CO- Hamparan savana di sekitar kaki pegunungan mungkin sepintas membawa nuansa nyaman dan tentram. Puncak gunung yang terlihat berbalut awan dari dataran rendah sekitarnya menggambarkan keindahan. Di lokasi seperti inilah berada Kota Goma, tempat yang dinilai paling berbahaya di permukaan Bumi.

Goma berada di sisi timur Republik Demokratik Kongo (RDK), tepat di kaki gunung Nyiragongo. Dari fakta yang ada, Nyiragongo yang memiliki tinggi lebih dari tiga kilometer itu adalah gunung berapi paling aktif di dunia dan jarang diteliti dari kacamata ilmiah. Salah satu potensi bahaya Goma jelas berada di perut magma gunung ini.

Jangan anggap ancaman letusan vulkanik adalah satu-satunya petaka di sini. Goma yang terus padat dari waktu ke waktu karena urbanisasi penduduk pedesaan yang menyelamatkan diri dari pemberontak dan pasukan pemerintah membuatnya kini dihuni lebih dari satu juta jiwa.

Goma pada kahirnya harus rela menjadi lokasi limpahan pembantaian dari kerusuhan di negara tetangga, Rwanda. RDK sendiri selama 20 tahun terakhir selalu dilanda perang. Situasi mencekam, dentuman senjata dan pekik tangis anak-anak yang kehilangan orangtua mereka bukan hal sulit untuk dijumpai di kota ini.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, gunung Nyiragongo telah meletus sebanyak dua kali. Pada 1977, gunung tersebut meletus dan mengalirkan lava ke pemukiman dengan kecepatan lebih dari 95 kilometer per jam. Inilah kecepatan batu leleh tertinggi yang pernah disaksikan manusia. Ratusan orang tewas dalam insiden itu.

Pada 2002 lalu, letusan kembali terjadi. Kota itu menerima lebih dari 11 juta meter kubik lava yang membanjiri kota. 14.000 rumah hancur, menciptakan gelombang pengungsian mencapai 350.000 orang.

Tapi, sejarah bencana itu diyakini belum ada apa-apanya jika dibandingkan kemungkinan letusan yang akan datang. Banyak peneliti memperkirakan letusan yang lebih dahsyat dengan dampak terburuk di abad ini. Beberapa menyebut letusan masa depan itu sebagai ‘bencana yang akan membuat Goma menjadi Pompeii masa kini’. ***(kcm/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments