Harga Cabai Merah di Pekanbaru Melonjak Dua Kali Lipat

Pekanbaru- Kondisi harga yang tidak terkendali menjelang Ramadhan mulai terjadi. Di Kota Pekanbaru, cabai merah keriting kini dipasarkan Rp 72 ribu per kilogram, meningkat lebih dari100 persen jika dibandingkan seminggu sebelumnya, di mana rempah ini hanya dijual Rp 32 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram.

Ruhmiati (42), seorang pedang rempah-rempah dan bahan makanan di Pasar Cik Puan Pekanbaru, Sabtu (06/07/2013) kepada Pekanbaru.Co menuturkan, pedagang sejak tiga hari terakhir kesulitan untuk mendapatkan pasokan cabai yang biasanya datang dari Sumatera Barat. Karena pasokan yang terbatas dan tingginya harga modal, mereka akhirnya harus menjual dengan harga tinggi.

“Dua hari terakhir cabai dari Sumatera Barat masih bisa didapatkan, meski jumlahnya sangat sedikit. Tapi hari ini sama sekali tidak ada. Saya bolak-balik dari pasar pagi (pasar bongkar sayur, buah dan rempah-rempah) dan tidak mendapatkannya,” lanjut Ruhmiati.

Dalam keterbatasan pasokan, harga cabai semakin diperparah dengan tingginya permintaan masyarakat untuk memenuhi konsumsi rumah tangga maupun mereka yang menjalankan bisnis rumah makan. Menurut Ruhmiati, jika kondisi ini tak dapat dikendalikan, pedagang bisa kehilangan keuntungan karena daya beli masyarakat yang menurun.

Riri (25), seorang warga yang tengah berbelanja kebutuhan harian di pasar tersebut juga mengungkapkan kekesalannya. Karena harga cabai yang begitu tinggi, dia hanya mampu membeli beberapa ons saja dari kebutuhan normal rumah makannya sebanyak 1 kg per hari.

“Jualan akin susah. Harga cabai seperti harga daging saja,” sesalnya. ***(DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments